06 Desember 2008

Release The Pain - Autumn part 02

Rei hanya bisa terdiam...

Tak tau ingin mengucapkan apa, yang pasti hanya ingin diam aja.

Mau senang, di sini lagi ada kesedihan.

Mau sedih, apa lagi yang harus disesalkan?

Huffh...

Lanjut pada inti,

Beberapa minggu yang lalu Rei punya adik baru, tapi adik di dunia maya.

(sekian tanpa komentar)

Kedua, tepat semalam tadi, adalah kisah kematian.

Hewan peliharaan Rei mati untuk yang kedelapan kalinya.

Penyebab sama, kena racun tetangga.

Hanya untuk membunuh seekor tikus aja, harus mengorbankan 8 kucing milik Rei.

Kenapa?

(chapter kedua selesai)

ketiga...

Tadi adalah revisi terakhir dari Skripsi yang telah dibuat selama satu minggu ini.

Huffh...

Kalo tadi nggk sampai lari mungkin Rei ga bakal bisa lulus.

But...

Master udah terlanjur pulang.

Skripsi pun nggk di terima.

Kenapa?

Hanya seonggok kertas hasil jerih payah selama seminggu penuh tanpa tidur, hasilnya malah ini saja.

Satu detik berlalu

Dua detik berlalu

Tiga detik berlalu

Kemudian ada seorang guru yang masuk.

Rei langsung menerobos masuk untuk menyerahkan skripsi.

Dan akhirnya...

Do'akan aja besok...

Semoga masih diterima...

Yaa...

(Autumn Part 02 : end)

29 November 2008

My Lost Memories - Autumn part 01

Hmm...

Udah malam ya...

Rei lagi nggak ada inspirasi, jadi nulis seadanya aja.

Karena di sini udah mulai sepi, jadi ya tak apa lah kalo yang ditulis tu nggak nyambung.

*baru ngomong sepi, para makhluk malam udah pada datang semua...*

huffh...

Mari kita mulai saja.

Rei mulai dari "my lost memories"

percaya apa ga, hanya dalam tempo satu tahun, memori Rei 3 tahun sebelumnya hilang...

Ada, tapi cuma sedikit.

Kadang-kadang suka ngomong sendiri.

Nah, yang Rei omongkan adalah ingatan itu.

Tapi saat ngomong tu dalam kondisi nggak sadar.

Sekarang...

Tiap hari, sepulang sekolah.

Rei selalu diam memandangi pohon merah.

Teringat pada memori masa lalu dengan nuansa autumn-nya.

Tapi kenapa...

Saat berpikir semakin dalam, semakin pasti...

Rei selalu menangis *dalam hati*, kadang sampai berjam-jam.

Karena...

Sebelum"my dearest one" sekarang ini...

Rei punya seseorang yang telah menjadi autumn dalam hati.

Dan setelah saat "itu", autumn itu mati dan hanya meninggalkan sekuntum bunga merah yang akan selalu Rei kenang sampai kapanpun.

Yah...

Karena itulah...

Suasana hati Rei sesungguhnya...

Musim gugur tanpa akhir...

Tapi ada sedikit harapan...

Ada benih yang ditinggalkannya.

Yaitu rasa persahabatan kepada teman.

Dengan itu, akan Rei buat pohon merah sendiri...

Pohon perlambangan musim gugur...

Tanpa seseorang yang pasti...

Tetapi ada banyak sahabat yang selalu ada...

*menangis lagi...*

maaf...

OK...

See you...

Sampai jumpa di entri lainnya...

22 November 2008

Forgotten Friends

Betapa menyedihkan...

Menjadi seorang yang telah...

Terlupakan...

Tiada kawan yang selalu ada di sisiku...

Yang menjadi seorang yang selalu ada untukku...

Adakah kau lihat, dengar, dan rasakan...

Dari tiap hembusan nafasku...

Terucap selalu do'a untukmu...

Untuk kalian semua...

Apakah masih ada harapku...?

Yang masih tak terucap dari dalam hatiku...

Untuk melihat sesuatu yang ada di sana...

Dunia dan kehidupan yang baru...

A new life...

Has begun in this time...

Review : Diamond Dust Rebellion

Menyambung Review Anime Bleach the Movie, Rei lanjutkan dengan Movie keduanya...



Karena Dicurigai Terlibat dalam Pencurian Artifak Soul Society dalam keadaan darurat. Pasca pengkhianatan Aizen Sousuke dkk, baru kali ini “rumah” para shinigami ini berada dalam krisis. Kali ini, penyebab krisis adalah dicurinya sebuah artifak yang disebut King?s Seal dari Soul Society.

Para petinggi shinigami memerintahkan Hitsugaya Toushirou, kapten divisi 10, untuk merebut kembali artifak tersebut. Namun, Hitsugaya malah menghilang tanpa jejak setelah bertarung dengan sang pencuri. 

Keadaan diperparah dengan terjadinya penyerangan delapan kapten Gotei 13 oleh seseorang yang menggunakan zanpakutou mirip Hyourinmaru. Padahal, setahu Gotei 13, Hyourinmaru adalah milik Hitsugaya.

Akibatnya, para petinggi mencurigai keterlibatan Hitsugaya dalam pencurian tersebut. Perintah untuk memburu dan mengeksekusi Hitsugaya pun diturunkan oleh kapten divisi 1 sekaligus pemimpin Gotei 13, Yamamoto Genryuusai Shigekuni.

Matsumoto Rangiku, wakil Hitsugaya, tak percaya bila atasannya berkhianat. Demikian pula Kuchiki Rukia, Kurosaki Ichigo, dan Abarai Renji yang dulu berjuang bersama untuk membereskan masalah Aizen. Sayang, mereka tak punya bukti. Demi membersihkan nama baik Hitsugaya, Ichigo dkk bertekad menemukan kapten bertubuh mungil itu dan mengorek keterangan mengenai apa yang sesungguhnya terjadi.

Usaha mereka nyaris menemui jalan buntu karena Hitsugaya menolak campur tangan Ichigo dkk. “Ini masalahku. Aku akan membereskannya sendiri. Kalian jangan menghalangiku,” ucap Hitsugaya kasar, saat Ichigo berhasil menemukannya.

Hitsugaya ngotot ingin menyelesaikan masalah sendiri karena ternyata sang pencuri adalah teman baiknya semasa di akademi shinigami. Kusaka Soujirou, nama pencuri bertopeng itu, dan Hitsugaya dulunya merupakan kandidat pemilik Hyourinmaru. Karena hanya ada satu Hyourinmaru, mereka dipaksa bertarung untuk memperebutkannya. Hitsugaya keluar sebagai pemenang dan mendapatkan Hyourinmaru.

Kusaka yang kalah dibunuh dan rohnya jatuh ke Hueco Mundo. Dia menaruh dendam pada Hitsugaya dan Soul Society. Itu sebabnya dia menyerang Soul Society dan membuatnya terlihat seolah Hitsugaya pelakunya.

Kini, Hitsugaya yang buron harus berpacu dengan waktu. Dengan cara apa pun, Kusaka harus dihentikan dan King?s Seal harus direbut kembali. Pada saat yang sama, dia harus menghindari para pemburu dari Soul Society yang ditugaskan untuk mengeksekusinya.

Review : Memories Of Nobody

Memories of Nobody In Karakura Town, there has been a sudden outbreak of unidentifiable spirits called "blanks" (vacant souls) while in the skies of Soul Society, the real world has been reflected. A mysterious female shinigami called Senna has appeared before Ichigo along with a man named Ganryu, leading a group called the "Dark Ones".

Rei rasa kalian pernah menonton anime ini di TV karena sudah pernah ditayangkan. Tapi Rei kecewa, sebagian besar mereka menjawabnya "nggak pernah nonton tuh, ga sempat". Nee... kecewa sekali saat mendengar kalimat itu.

Jadi, Rei berusaha untuk mengangkat kisah itu dan mereview-nya. Semoga kalian semua pernah menontonnya, karena ada pesan moral yang mendalam dalam episode kali ini.




Rukia jadi kelihatan lebih gemuk dengan kostum itu.




Inilah Senna, manis banget, tapi nyebelin.


Fields Of Hope

Now Playing:
Rie Tanaka - Fields of Hope




21 November 2008

One - RF Online

One


When, I saw you for the first time...

I knew you were the one...

You didn't say a word to me...

But love, was in the air...



Then you held my hand...

Pulled me into your world...

From then on my life...

Has changed for me...



Now I'll never feel lonely again...

Coz you are in my life...



Love...

How can I explain to you...

The way I feel inside when I think of you...

I thank you for everything that you showed me...

Don't you ever forget that I love you...



Love, I know that someday real soon...

You'll be right next to me...

Holding me so tight...

So I will always be yours...

Although we can't be together now...

Remember I am here for you...



And I know you're there for me...

Whenever I want to be with you...

I just close my eyes and pretend you're near...

I see you, I touch you, I feel you, like real...



Nothing can ever change what I feel inside...



How long must I be far away from you...?

I don't know dear, but I know we are One...

Flowing Water Of Life

Flowing Water Of Life



In the name of cold and alone...

Lost night without little shining...

Way of life, like a breathing...

Falling heart, and a truth of wave...




Rain, water falling from heart...

Life stream, like the sacred tears of fate...

Return in to a piece of destiny...

A little hope, bring us in to the future...




Wave of wind, with a spirit of life...

Drops of dew, in to a new morning...?

Our fate is now...and later...

The flowing water of life, touching our heart...





In to a new hope...

Without a regret life...